Pantai Mawun Pantai Indah di Selatan Pulau Lombok
Pantai Mawun
Pantai Mawun Lombok Tengah – Mawun adalah salah satu nama pantai yang terkenal di Lombok saat ini. Pantai Mawun terletak di daerah Praya kabupaten Lombok Tengah. Pantai Mawun merupakan salah satu wisata pantai yang sangat indah di Pulau Lombok. Pantai Mawun juga merupakan salah satu dari beberapa deretan pantai selatan di Pulau Lombok sama seperti pantai Tanjung An.
Pantai Mawun bisa dibilang sebagai surga tersembunyi di sebelah selatan pulau Lombok. Dikatakan surga tersembunyi karena pantai Mawun belum banyak dikenal oleh para wisatawan. Ketika penulis berkunjung ke pantai Mawun, waktu itu kalau tidak salah hanya ada 3 atau 4 turis yang sedang berjemur di pinggir pantai. Tapi seandainya sudah banyak yang tau, mungkin para wisatawan akan berbondong-bondong mengunjungi tempat ini. Dari semua pantai yang penulis kunjungi, sampai saat ini belum ada yang bisa menyaingi keindahan pantai Mawun ini. Karena bukan hanya sekedar indah, tapi tempatnya juga masih terjaga keaslian dan kebersihannya.
Pantai mawun juga merupakan salah satu objek wisata dengan panorama pantai dan pegunungannya yang tidak kalah bagusnya dengan pantai Selong Belanak, Pantai Kuta, dan Pantai Lainnya. Dimulai dari keindahan pasir, pantai, pegunungan dan bukitnya juga. Pasir putih dengan garis pantai panjang dan bibir pantai yang juga panjang akan melengkapi ombak besar dengan sensasi berselancar yang luar biasa. Tidak salah beberapa orang menyebutnya sebagai salah satu pantai surga.
Hal yang paling indah adalah pemandangan ketika kita melihat ke arah garis yang memisahkan pantai dan langitnya. Terlihat air laut yang mengisi pantai Mawun berasal dari sebuah area yang hampir mirip seperti selat yang diapit oleh 2 gunung yang masih hijau dan sangat indah.Pantai Mawun juga sangat cocok dikunjungi oleh para wisatawan yang suka dengan fotografi, terutama yang suka mengabadikan gambar pemandangan (landscape). Selain pesisir pantainya yang masih bersih, 2 gunung yang mengapit jalur masuknya air laut juga dapat dijadikan sebagai objek fotografi yang sangat bagus.
Beberapa tempat seperti Pantai Kuta, Pantai Selong Belanak, Pantai Seger, dan Pantai Mawun kerap menjadi tempat tujuan wisata. Salah satu contoh, Pantai Mawun (Mawun Beach). Mawun adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Tumpak, Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah, NTB. Lokasi yang cukup jauh dan kehidupan yang masih primitive menjadikan destinasi wisata Pantai Mawun masih kurang terjamah saat ini jika dibandingkan dengan Pantai Senggigi dan gugusan 3 Gili (Trawangan, Meno, Air) yang cukup terkenal. Padahal panorama alam dan perbukitan yang hijau, disertai keindahan pantai tidak kalah indah dan menawan.
Rute Menuju Pantai Mawun
Jika ingin melakukan perjalanan menuju Pantai Mawun, rute terbaik adalah Mataram – Kediri – Praya – Penujak – Selong Belanak – Mawun (lihat peta).
Berdasarkan rute tersebut, kita bisa menempuh perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata kendaraan 60-80 km/jam. Di samping itu melewati beberapa daerah yang tidak kalah menarik dalam menawarkan keindahannya, menuju Pantai Mawun adalah perjalanan yang tidak akan ada bosannya. Pantai Mawun ini sejajar dengan Pantai Kuta Lombok, jadi jika para wisatawan ingin menuju Pantai Wawun maka para wisatawan juga harus mengambil arah yang sama menuju Pantai Kuta Lombok. Perjalanan dari Pantai Kuta Lombok menuju Pantai Mawun sekitar kurang lebih 30 menit. Selama dalam perjalanan, kita akan menyadari bahwa betapa indahnya ciptaan Allah di Bumi beserta isinya.
Pada Rute Pantai Mawun kita bakal melewati beberapa bukit yang tentu saja diikuti lembah dengan hamparan padang rumput serta ternaknya. Namun ada sebuah tanjakan yang cukup curam dengan turunan yang tidak kurang curam setelahnya. Dari puncak tanjakan itu kita bisa melihat beberapa hamparan pantai-pantai dengan keindahan yang luar biasa. Dari keindahan itu saja akan membuat para petualang merasa tidak akan rugi menyambangi Pantai Mawun.
Sebelum sampai di Pantai Mawun, kita melewati Selong Belanak. Kemudian jarak yang bakal kita tempuh menuju Mawun dari Selong Belanak sekitar 9 km dengan estimasi waktu sekitar ± 15 menit dengan kecepatan standar 60-80 km/jam. Tentunya bakal menguras tenaga di tengah teriknya sinar mentari, namun semua bakal terbayarkan ketika sampai di Pantai Mawun. Setelah tiba di Pantai Mawun, para wisatawan akan diminta biaya untuk masuk menuju pantai jika menggunakan kendaraan. Ongkos masuk hanya Rp.10.000 untuk roda empat atau mobil dan Rp. 5000 untuk roda dua atau sepeda motor. Ketika memasuki tempat parkir, setelah para wisatawan memasuki tempat parkir, para wisatawan akan lengsung terpukau dengan keindahan Pantai Mawun sehingga membuat wisatawan tergesa-gesa untuk turun dari kendaraan yang digunakan dan tidak sabar untuk menuju pesisir pantai.
Pantai Mawun memiliki pasir yang putih, jika kita sebut pasir putih pasti para wisatawan juga sudah sering jumpa di pantai-pantai lain yang pernah di kunjungi. Akan tetapi, kita tidak akan pernah menjumpai pantai seperti Pantai Mawun. Karena pantai ini seperti berada dalam lingkaran namun ujung lingkarannya tertembus langsung oleh samudra Hindi.
Mungkin hanya ini yang bisa ditulis tentang Pantai Mawun Surga Lombok, semoga para pembaca bisa menikmati hasil tulisan yang udah saya buat. Semoga para pembaca bisa tertarik dan ingin untu mengunjungi Pantai Mawun Surga Lombok. Just read while enjoy your day. Thank you
Sumber: marlionllc
Kamis, 22 Desember 2016
Posted by Kuliner NTB
Desa Wisata Tetebatu – Lombok Timur
Tete Batu adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sikut, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Salah satu pesona keindahan pemandangan di kaki Gunung Rinjani terdapat di Desa Tete Batu yang memiliki panorama pegunungan dan persawahan yang amat indah. Karena keindahannya, Tete Batu dijadikan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Lombok Timur. Tete Batu memiliki formasi kontur tanah seperti ngarai memanjang. Pemandangan ngarai yang indah terbentuk dengan persawahan subur nan hijau. Inilah daya tarik Tete Batu yang membuat banyak wisatawan berbondongbondong berkunjung ke sana. Lokasi Desa Wisata Tete Batu berada di selatan Gunung Rinjani di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.
Berada di ketinggian tersebut membuat udaranya sejuk, bebas polusi, dan menyegarkan. Di samping dominasi hamparan pemandangan persawahan, panorama alam Tete Batu di Kecamatan Sikur Lombok Timur ini didominasi oleh perbukitan terjal, hutan, dan air terjun. “Kontur sawahsawah bertingkat adalah daya tarik utama wisata di Tete Batu,” ujar Resty Rismawati dari Lombok Network Holliday. Ketika sudah selesai panen atau masa bertanam, keindahan sedikit berkurang.
Namun, wisatawan yang sudah telanjur datang tak perlu kecewa karena keramahan dan keha ngatan masyarakat desa di sana membuat wisatawan betah bercengkerama dengan mereka. Berdialog dan menyelami kehidupan mereka adalah pengalaman berharga lain. Selain persawahan, masih ada pemandangan lain di desa ini, yaitu perkebunan tembakau.
Tembakau Lombok yang terkenal dan memiliki kualitas internasional salah satunya komoditi andalan yang dihasilkan di Tete Batu. Jika udara cerah, dari Tete Batu bisa terlihat pemandangan Gunung Rinjani menjulang gagah. Siluet jingga matahari senja dapat terlihat di mahkota Rinjani pada setiap sore. Oleh para wisatawan asing, pemandangan yang menakjubkan ini menjadi objek jepretan favorit bagi penyuka fotografi .
Lainnya Sambil trekking di Tete Batu dapat melakukan penjelajahan di beberapa tempat di lokasi ini seperti air terjun dan taman wisata yang amat menarik. Seperti saat menuju Taman Wisata Tetebut terdapat bermacam habitat kera hitam. Kera-kera ini pun bisa dijumpai lalu lalang dengan liar sepanjang perjalanan menuju air terjun Ulem-Ulem.
Air terjun Ulem-Ulem hanya memiliki ketinggian kurang dari 10 meter. Namun, pesona air terjun ini bukan pada ketinggiannya, melainkan pada kolam air di bawahnya yang luas dan dapat dijadikan tempat berenang. Air bening dan dingin membuat setiap orang ingin menceburkan diri.
Di sekeliling air terjun, terdapat gubuk-gubuk peristi rahatan. Tempat ini dapat dipakai beristirahat setelah basah kuyup berenang di bawah air terjun Tete Batu. Jika masih penasaran, telusuri pula sungai-sungai berbatu di Tete Batu. Arusnya yang deras dan liar cocok untuk kegiatan arung jeram. Desa Tete Batu juga terdapat perkebunan tanaman holtikultura andalan berupa komoditas buah pala.
Salah satu produk olahannya yang siap dikonsumsi atau dijadikan buah tangan adalah manisan buah pala. Manisan ini memiliki efek mengantuk. Jadi, setelah seharian menjelajahi Tete Batu, beristrahat akan lebih tenang setelah makan manisan buah pala yang berfungsi sebagai obat tidur alami ini.
Sejauh mata memandang, Anda hanya akan melihat keindahan nuansa pegunungan di Tetebatu. Dari tempat ini terbentang pemandangan ke arah selatan Lombok, Gunung Rinjani di utara dan pemandangan laut saat menoleh ke arah timur. Tetebatu adalah tempat peristirahatan yang sempurna untuk wisatawan yang penat dan bagi yang ingin sementara singgah untuk meneruskan liburan di daerah Lombok Tengah. Suhunya yang dingin, membuat Tetebatu senantiasa sejuk. Langitnya seringkali ditutupi awan, matahari tidak pernah memancar dengan kuat. Redup dan tenang. Dengan nuansa alam seperti ini, sawah di Tetebatu cocok untuk bertani tembakau dan padi.
Bagi yag suka berenang, acuhkan sementara dinginnya air di Tetebatu. Anda wajib menikmati berenang di sungai yang berkelok selepas trekking di kaki Rinjani untuk relaksasi. Suasana pedesaannya yang masih kental membuat Tetebatu tak pernah bisa dilupakan. Desa wisata ini berada di 700 meter dpl. Jika ingin menikmati keindahan Tetebatu dengan lengkap, Anda bisa menyewa sepeda kepada masyarakat setempat. Atau jika ingin lebih tradisional, Anda bisa naik cidomo menikmati keindahan suasana. Selain pemadangannya yang memukau, Tetebatu yang mayoritas dihuni oleh orang suku Sasak ini juga dikenal dengan atraksi budayanya yang menarik. Ritual-ritual tradisional masih sangat kental dilakukan di sini. Tidak itu saja, masyarakat Sasak di Tetebatu juga dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan yang sangat laku di pasaran
Wisatawan yang singgah di Tetebatu, biasanya juga akan mengunjungi air terjun Jukut atau yang juga sering disebut sebagai air terjun Jeruk Manis. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 40 meter dengan curah air yang sangat besar dan jernih. Objek wisata yang menyegarkan ini berada di kaki gunung Rinjani tepatnya di sebelah selatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Menurut cerita yang turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama juga berkhasiat untuk menyuburkan rambut. Untuk pengobatan penyakit, biasanya dilakukan dengan ritual tradisional yang dipimpin oleh seorang Pemangku. Bagi yang ingin sekedar bermain, Anda bisa berenang sepuasnya disini. Air terjun Jukut merupakan titik awal yang biasa digunakan para pendaki untuk naik ke Puncak Rinjani, oleh karenanya jika Anda ingin kesini, Anda harus berjalan kaki selama satu setengah jam dari Tetebatu. Dengan pemandangan alam yang indah, perjalanan Anda tidak akan terasa melelahkan. Selain air terjun Jukut, Anda harus mampir ke air terjun yang kedua yakni air terjun Joben yang terletak di barat lau Tetebatu. Berbeda dengan air terjun Jukut yang aliran airnya deras, di Joben airnya tidak terlalu besar. Cocok bagi yang hanya ingin duduk menikmati keindahan alam.
Budayanya masih lestari Selain wisata alam, Tete Batu juga menawarkan pesona budaya. Budaya asli Lombok yaitu budaya Sasak yang memiliki akar pada agama Hindu masih lestari di Tete Batu. Salah satu ritual tradisi yang masih dijalankan adalah syukuran bendungan atau disebut dengan bahasa Sasak dengan Nyelamet Pengempel.
Upacara ini dipimpin oleh kepada desa dan pekasih atau pengatur air. Kearifan lokal ini sangat baik untuk dilestarikan. Tete Batu dengan pertaniannya sangat bergantung pada air yang mengalir. Air mengalir akan terus ada jika warga tidak melakukan perusakan alam. Upacara Nyelamet Pengempel dilakukan rutin setiap tahun.
Jika petani mulai menggarap sawah, mereka terkesan sederhana, namun sarat nilai filosofis untuk melestarikan mata air dan menjaga kebersamaan warga desa. Upacara Nyelamet Pengempel diisi dengan makan bersama. Acara ini dilaksanakan dengan sangat sederhana karena piringnya berupa tekot atau daun pisang.
Lauknya berupa ayam bakar plus sambal khas Tete Batu. Saat berwisata ke Desa Wisata Tete Batu, kita tidak perlu khawatir kemalaman. Di destinasi desa wisata ini, telah tersedia akomodasi lengkap untuk menginap. Beberapa hotel bagus telah berdiri di Tete Batu seperti Hotel Soedjono dan Green Orry Cottage yang dilengkapi dengan restoran.
Untuk mencapai Desa Wisata Tete Batu yang berada di perbukitan ini, ada dua pilihan untuk mencapainya, yaitu dengan menyewa mobil atau menumpang angkutan umum. Naik angkutan umum lebih menantang dan amat disukai para backpackers.
Dengan cara ini, mereka menyukainya karena merasa dapat lebih dekat dan menyelami denyut nadi masyarakat Lombok. Untuk perjalanan dengan angkutan umum yang perlu dilakukan adalah pergi menuju ke terminal bus di Mataram. Dari terminal, ambil jurusan Pomotong. Pomotong merupakan sebuah desa yang terakhir atau terdekat menuju Tete Batu dengan jarak 12 km. Dari Pomotong, dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kereta kuda atau Cidomo dalam bahasa Sasak.
Selain itu, terdapat angkutan pedesaan sebagai pilihan kedua untuk mencapai Tete Batu. Menurut Resty Rismawati dari Lombok Network Holliday, jika wisatawan datang dari pelabuhan Sengigi setelah menyeberang dari Bali, tersedia angkutan ke Tete Batu. Dari sini, terdapat bus langsung ke Tete Batu dengan ongkos 60 ribu rupiah per orang.
Tapi, sayangnya, bus ini tak melayani trek reguler alias harus dicarter. Namun, jika memutuskan untuk menyewa mobil dari Mataram menuju Tete Batu, biaya yang harus dikeluarkan antara 300–500 ribu rupiah per orang. “Harus pintar menawar agar mendapat ongkos murah,”
Sumber: lombokbulanmadu
Rabu, 21 Desember 2016
Posted by Kuliner NTB
Desa Tradisional Sade – Lombok Tengah
Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.
Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.
Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.
Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.
Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’. Pemandu lokal kami yang bernama Bapak Mesah berkata ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari).
Tapi sekarang, banyak penduduk Sade sudah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam sepenuhnya,†kata Bapak Mesah.
Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. “Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau,†kata ibu penjual suvenir yang saya tanyai.
Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air. Tapi saat saya masuk ke rumah, tak ada bekas bau yang tercium. Ah, bagi saya, orang Sasak Sade memang jenius!
Sumber: lombokbulanmadu
Posted by Kuliner NTB
Uniknya Pantai Pink – Lombok Timur
Selama ini Pantai Pink yang kebanyakan orang Indonesia tahu hanya ada di Flores, NTT. Ternyata Lombok juga punya, lho! Ini dia Pantai Pink alias Pantai Tangsi di Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dulu Pantai Pink ini dikenal dengan nama Pantai Tangsi. Pantai yang berada di Desa Pemongkong, Jerowaru ini hanyalah pantai transit untuk nelayan-nelayan yang berasal dari Desa Tanjung Luar, Keruak.
Pantai Tangsi atau yang lebih dikenal dengan Pantai Pink dari Pulau Lombok terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur adalah sebuah destinasi wisatawan yang menarik dan patut untuk dikunjungi karena keunikannya. Pantai ini merupakan salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir pantai berwarna pink, dan satu dari dua pantai di Indonesia yang memiliki pasir pantai berwarna pink.
Warna pink pada pasirnya terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda. Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut. Pantai ini begitu tenang dan hanya memiliki ombak yang kecil sehingga membuat wisatawan lebih nyaman ketika bermain disana. Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.
Rute menuju Pantai Pink ini, wisatawan seolah membelah hutan lindung Sekaroh. Wisatawan harus menempuh jarak sekitar 10 km dari pusat Desa Pemongkong dengan melewati jalanan aspal yang berlubang dan cukup mengocok perut jika kita tidak terbiasa menempuh jalan seperti ini. Tidak jarang kita akan berpapasan dengan kendaraan mewah. Ya, karena saat ini Pantai Pink menjadi primadona baru di Lombok.
Untuk urusan bekal sangat disarankan Anda membawa langsung dari rumah atau membeli dulu di warung pusat Kecamatan Jerowaru. Hal ini dikarenakan yang berjualan di sepanjang jalan hutan lindung Sekaroh ini masih jarang.
Kenapa dinamakan Pantai Pink? Kita akan tahu setelah menginjakkan kaki di pasirnya. Pasir di pantai ini terlihat berwarna pink. Warna pink pada pasir pantai ini ada karena pasir putih yang menyatu dengan butiran-butiran terumbu karang berwarna merah dan berefek kemerahan setelah bercampur air laut. Kemudian pantulan sinar matahari membuat warna pink pada pasir ini semakin terlihat. Terumbu karang berwarna merah ini tumbuh di perairan dangkal Pantai Tangsi dan terbawa ombak ke tepian.
Keindahan Pantai Pink pun terlihat sempurna dengan hamparan bukit di sekelilingnya. Di sisi kiri ada bukit dengan padang rumput yang luas dan dari bukit inilah pemandangan Pantai Pink terlihat sangat indah. Selain itu, ada juga tanjung yang eksotis di sisi kanan dengan gazebo yang memang disediakan di atasnya.
Tidak berhenti di situ, keindahan alam bawah laut Pantai Pink juga sempurna dengan adanya terumbu karang dan hewan-hewan lautnya. Dengan ombak yang tenang, snorkeling menjadi kegiatan yang pas di pantai ini. Tetapi sayang, beberapa gugusan terumbu karang sudah mulai rusak karena aktivitas nelayan setempat.
Tidak cukup dengan menikmati keindahan alam Pantai Pink, kita juga bisa menyewa perahu nelayan setempat untuk berkeliling di gugusan pulau-pulau kecil (Gili) yang berada sekitar 2 kilometer dari bibir Pantai Pink. Tarifnya hanya Rp 10.000 per orang dan perahu bisa memuat sekitar 10-12 orang.
Selain itu, juga ada sebuah gua peninggalan Jepang di bukit sisi tengah Pantai Pink. Gua ini mirip dengan gua-gua peninggalan Jepang di Sumatera Barat dan wilayah lain di Indonesia ini, mempunyai diameter sekitar 1,5 meter.
Tapi sayang, gua ini kurang terawat dan banyak ditumbuhi semak belukar. Konon gua Jepang ini adalah tempat bersembunyinya tentara Jepang pada masa Perang Dunia II, karena hampir seluruh gua Jepang di wilayah Indonesia mempunyai ciri dan fungsi yang sama, yaitu sebagai tempat persembunyian.
Suasana pantai yang masih sepi dan bisa dikatakan masih sangat alami (perawan) merupakan salah satu daya tarik yang sangat menarik bagi beberapa turis ataupun wisatawan lokal yang kebetulan berkunjung kepantai ini. Selain itu, keistimewaan lain yang ada pantai ini adalah warna pasirnya yang cendurung berwarna merah muda (pink). Warna ini disebabkan karena pecahan terumbu karang berwarna merah yang banyak terdapat disana, selain itu di lokasi pantai terdapat goa jepang yang berbentuk persegi yang kabarnya jika kita masuk dan menelusuri goa tersebut maka kita akan tembus ke pantai yang berada di sebelah bukit yang berada disebelah kiri pantai.
Salah satu hal yang perlu diketahui oleh para wisatawan adalah bahwa disekitaran pantai tidak terdapat satu pun penjual makanan dan minuman atau pedagang asongan, yang ada hanya beberapa bangunan rumah, beruga, dan sebuah musholla kecil. Namun dirumah penduduk sekitar terdapat sumur payau yang berfungsi untuk membilas diri saja, sehingga disarankan kepada para wisatawan untuk mebawa bekal yang cukup terutama air minum.
Dengan kealamian dan kebersihan pantai yang terjaga, yang bisa dibuktikan dengan tidak ada sampah yang berserakan disekitar lokasi pantai walaupun tidak terdapat tempat sampah khusus. Hal ini lah yang membuat pantai ini dikatakan surga bagi para wisatawan, karena kita bisa menikmati indahnya alam, pasir yang berwarna merah muda (pink), deburan ombak, suasana yang tenang dan nyaman, angin yang sepoi–sepoi serta cahaya matahari yang cerah membuat pikiran tenang setelah seminggu beraktivitas penuh dan jauh dari hingar bingar kebisingan. Sungguh pantai “Pink” Tangsi adalah surga di bumi khususnya Lombok.
Pantai ini sangat direkomendasikan bagi para backpacker atau traveler dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lombok. Pantai “Pink” Lombok ini dapat menjadi destinasi favorit anda untuk liburan bersama keluarga,teman atau kerabat
Lokasi
Pantai Tangsi atau Pantai Pink terletak di desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Untuk mencapai Pantai Pink, wisatawan dapat melewati rute dari kota Mataram ke Pantai Tanjung Ringgit karena letaknya yang berdekatan. Jalanan yang rusak dan berlubang membuat wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2 jam berkendara untuk sampai ke sana. Pintu masuk ke pantai ini, terdapat di 1 km sebelum wisatawan memasuki pantai Tanjung Ringgit, atau sebelum sampai di Pintu masuk pantai Ringgit, akan terlihat di pinggir jalan sebuah rambu yang bertuliskan ‘PANTAI PINK 50M”.
Aktivitas
Wisatawan yang datang ke Pantai Pink dapat melakukan banyak kegiatan, khususnya kegiatan yang berhubungan dengan air seperti :snorkeling, memancing, dan menyelam. Untuk snorkeling wisatawan harus membawa perlengkapan sendiri, karena tidak ada yang menyewakan peralatan. Selain itu, wisatawan juga dapat menyewa perahu nelayan untuk mengelilingi gugusan pulau-pulau kecil yang berjarak hanya 2 km dari tepi pantai dan tidak jauh dari sekitaran pantai, wisatawan dapat menjelajahi goa peninggalan Jepang.
Akomodasi
Wisatawan tidak akan menemukan fasilitas lengkap dan super mewah seperti pantai pada umumnya. Anda hanya akan menemukan nelayan yang menawarkan perahu untuk mengelilingi pulau kecil dan beberapa orang yang menawarkan aneka minuman dan tidak ada penginapan. Oleh karena itu, disarankan anda pulau pada sore hari untuk kembali ke penginapan.
Cara menuju pantai Pink:
Lokasi Pantai Tangsi/Pantai Pink lumayan jauh dari Kota Mataram, sehingga membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menuju lokasi ini. Rutenya sama persis dengan Rute menuju Tanjung Ringgit, karena memang lokasi keduanya berdekatan. Hanya saja, pintu masuk Pantai Tangsi berada sekitar 1 Km sebelum Tanjung Ringgit. Perhatikan ada tulisan di pinggir jalan “Pantai PINK 50 meter”, dari situ Anda tinggal berjalan kaki menuju lokasi Pantai Pink Lombok.
Sumber: lombokbulanmadu
Posted by Kuliner NTB
Taman Narmada Lombok
Taman Narmada terletak di kota Narmada, 10 kilometer sebelah timur Mataram.
Taman Narmada dibangun oleh Raja Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem pada tahun 1727.
Taman Narmada merupakan sebuah taman yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan dan permandian keluarga raja (Sewaktu masih masa kerajaan di Mataram), di taman ini terdapat kolam renang dan sebuah Pura Hindu, Tempat ini juga mempunyai mata air Awet Muda, yang dipercaya akan memberi umur panjang bagi siapa yang meminum air dari mata air ini.
Hari Minggu saat Bersantai dengan keluarga tepat sekali momentnya, sangat menakjubkan bila dilihat dari atas, memang konsep awal pembangunan TAMAN NARMADA ini adalh meniru Konsep Gunung Rinjani, ada gunung ada danau, inti dari dibuatnya taman ini adalah untuk mendekatkatkan diri bagi yang tidak sempat ke Gunung Rinjani.
Nah sebenarnya yang terkenal dari Taman ini Adalh tentang Awet Muda, dipercaya masyarakat dapat memberikan khasiat Awet Muda.
Menurut sumber yang saya dapatkan sejarah mengapa narmada awet muda dikenal sebagi "Tirta Awet Muda" adalah karena sebenarnya pada jaman dibuatnya Petirtaan ini belum ada Cermin-ya cermin untuk bercermin, maka untuk bercermin dibuatlah sebuah kolam kecil yang didalamnya terdapat air yang tenang yang sangat jernih dan mengalir, dibuat seperti bale-bale menjaga agar angin tidak masuk dan membuat riak air sehingga di tempat terebut para putri selir dan paermasuri raja dapat bercermin dengan baik, logikanya apabila tidak pernah bercermin maka kita tidak bisa memelihara wajah ataupun melihat bagian tubuh lainnya.
Sumber: inilombok
Jumat, 16 Desember 2016
Posted by Kuliner NTB
Pantai Sekotong
Pantai Sekotong ini terletak di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pantai ini terletak di kecamatan Sekotong sehingga disebut sebagai Pantai Sekotong. Letaknya sekitar 60 km dari ibukota, memang sangat jauh dari ibukota Mataram namun pemandangan yang akan didapatkan wisatawan terbayarkan meski jarak tempuh yang jauh. Salah satu tempat wisata di Lombok ini mudah dijangkau dari berbagai rute. Rute ke Pantai Sekotong dari Kota Mataram akan memakan waktu sekitar 1 jam dengan jarak tempuh 60 mm melewati Pelabuhan Lembar. Jika mengambil rute dari Pantai Selong Belanak di Lombok Tengah, maka jarak tempuh ke Pantai Sekotong ini akan berjarak sekitar 75 – 85 km.
Sumber: anekawisatabahari
Selasa, 13 Desember 2016
Posted by Kuliner NTB
Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan merupakan Pantai Pasir putih yang bersih serta air laut yang kebiruan jernih dan menjadi salah satu karakteristik di tempat wisata Lombok ini. Secara geografis, posisi Pantai Tanjung Aan berada dekat dengan Pantai Kuta Lombok. Perjalanan ke Pantai Tanjung Aan dari kota Mataram akan berjalan lancar sebab jalanan beraspal dan mulus akan mengantarkan Anda dengan cepat ke tempat tujuan. Akses jalanya terbilang cukup baik, dan fasilitas yang disediakan juga cukup komplit. Saat sampai di Pantai Tanjung Aan kamu akan disambut sebuah panorama pantai dengan pasir putihnya yang begitu menghipnotis.
Sumber: anekawisatabahari
Sabtu, 10 Desember 2016
Posted by Kuliner NTB








